Diferensiasi adalah praktik dimana guru menyampaikan pembelajaran dengan penyesuaian pada kesiapan, minat, dan gaya belajar siswa. Guru dapat memodifikasi strategi mengajarnya pada konten, proses, dan produk. Ternyata siswa memiliki kemampuan yang beragam.
Sistem layanan pendidikan bagi semua anak didik mengacu pada sistem pendidikan anak normal, yang artinya semua anak mendapat perlakuan yang sama sehingga tujuan pembelajaran seringkali tidak tercapai karena tidak memperhatikan heterogenitas potensi anak didik. Sebagai respon terhadap kelemahan model pembelajaran masal klasikal ini, maka pembelajaran berdiferensiasi dapat menjadi solusinya. Pembelajaran berdiferensiasi adalah pembelajaran yang memperhatikan perbedaan-perbedaan individual anak. Walaupun model pengajaran ini memperhatikan atau berorientasi pada perbedaan-perbedaan individual anak, namun tidak berarti pengajaran harus berdasarkan prinsip satu orang guru dengan satu orang murid. Dalam kaitan dengan pembelajaran berdiferensiasi, maka para siswa memiliki kebebasan yang luas untuk memilih bahan pembelajaran yang disenangi sehingga guru harus kreatif dalam membuat bahan pembelajaran.
Untuk melaksanakan proses belajar mengajar yang efektif di kelas diferensiasi, beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu : 1. merencanakan kelas berdiferensiasi. 3 aspek yang sangat penting, yakni: 1. mengklarifikasi materi, 2. mendiagnosa kesiapan siswa, dan 3. mendesain pengalaman belajar yang bervariasi. 2. Mengatur kelas berdiferensiasi. Beberapa ahli merekomendasikan para guru agar mengembangkan ‘template’ untuk mengatur tugas siswa. Penilaian dalam kelas berdiferensiasi. Penilaian dalam kelas berdiferensiasi bersifat tanpa henti dan merupakan bagian yang terpadu dengan pembelajaran. 4. Peran guru dan siswa. Guru menjadi fasilitator dan pelatih, sedangkan siswa menjadi peserta yang aktif dalam proses belajar mereka sendiri. Siswa membuat pilihan berdasarkan minat dan pilihan belajar mereka, belajar sendiri, saling menjadi tutor sebaya, dan bekerja dalam kelompok kecil. 5. Lingkungan belajar. Lingkungan kelas berdiferensiasi memiliki banyak sekali jenis aktivitas belajar dan ragam situasi pengelompokan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar