ARTIKEL SINTESIS FILOSOFI KI HAJAR DEWANTARA
Merdeka Lahir Batin
Dalam Implementasi AMONG Pendidikan Budi Pekerti
(Keterkaitan antar materi)
Putu Arya Sudarma Putra, M.Pd.
Calon Guru Penggerak
SMP Budi Utama Kerobokan
Kuta Utara - Badung - Bali
PENDAHULUAN
Di bidang pendidikan Ki Hajar Dewantara mempunyai konsepsi tentang “Tripusat Pendidikan”, suatu upaya pendidikan nasional yang meliputi pendidikan di tiga lingkungan hidup, ialah lingkungan keluarga, perguruan dan masyarakat. Pada segi metodologik Ki Hajar Dewantara mempunyai Metode Among, ialah metode pendidikan yang berjiwa kekeluargaan, serta bersendikan dua dasar, yaitu: kodrat alam dan kemerdekaan. Di bidang kebudayaan, sebagai upaya pembinaan kebudayaan, Ki Hajar Dewantara memiliki konsepsi tentang teori Trikon, ialah: kontinuitas, konvergensi, dan konstrisitas. Di bidang politik kemasyarakatan KiHajar Dewantara mempunyai faham dan pengertian tentang demokrasi yang khas, yang dikenal sebagai demokrasi dan kepemimpinan, suatu demokrasi yang berjiwa kekeluargaan. Ajaran Ki Hajar Dewantara yang merupakan pedoman atau petunjuk operasional praktis, diantaranya disebut: Tringa, Tri pantangan, Wasita Rini, Sepuluh Sendi Hidup Merdeka dan sebagainya.Yang berujut fatwa antara lain: “Hak diri untuk menuntut salam dan bahagia”, “salam bahagia diri tak boleh menyalahi damainya masyarakat”, “Neng, Ning, Nung, Nang”, dan lain sebagainya
PEMBAHASAN
- Orientasi Pembelajaran
- Metode belajar
Para guru sebelumnya dalam menyampaikan materi dengan cara langsung dijelaskan pada siswa, dan siswa menjadi penyimak apa guru jelaskan. Pembelajaran yang dilakukan pun sebatas apa yang disampaikan oleh guru. Siswa pada zaman dahulu cenderung menurut pada apa yang disampaikan oleh seorang guru.
- Tenaga Pendidik
Sebelumnya seorang guru yang mempunyai kemampuan lebih bisa memberikan les privat di luar jam sekolah sebagai pemasukan tambahan selain gaji pokok sebagai seorang guru. Selain itu ada yang membuka warung atau toko kelontong, belum lagi di daerah terpencil seorang tenaga pendidik akan dihargai dengan hasil ladang orang tua murid. Maka di zaman itu seorang guru masih layak disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa.
2. Yang berubah dari pemikiran atau prilaku saya setelah mempelajari modul filosofi Ki Hajar Dewantara
Berkebalikan dengan hal tersebut, setelah mempelajari filosofi Ki Hajar Dewantara, dituntut lebih aktif dalam proses kegiatan pembelajaran. Kurikulum 2013 memberi ruang gerak yang bebas pada siswa untuk mencari informasi sebanyak mungkin, tanpa terbatasi oleh pengetahuan yang dimiliki oleh seorang guru.
3. Yang bisa segera saya terapkan lebih baik agar kelas saya mencerminkan pemikiran Ki Hajar Dewantara
SALAH SATU tantangan pendidikan dewasa ini adalah membangun keterampilan abad 21, diantaranya adalah keterampilan melek teknologi informasi dan komunikasi, keterampilan berpikir kritis dan sistemik, keterampilan memecahkan masalah, keterampilan berkomunikasi efektif dan keterampilan berkolaborasi. Keterampilan tersebut itulah yang menurut PBB merupakan ciri dari masayarakat era global saat ini, yaitu masyarakat berpengetahuan (knowledge-based scoiety).
Teknologi informasi dan komunikasi (TIK), memiliki potensi yang sangat besar sebagai sarana atau alat untuk membangun keterampilan tersebut dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, dalam pendidikan modern, guru dituntut untuk memahami konsep belajar dan pembelajaran abad 21 serta prinsip pokok pembelajaran abad 21.Pembelajaran tidak akan banyak berarti jika tidak memberi dampak terhadap kehidupan siswa di luar sekolah. Oleh karena itu, materi pelajaran perlu dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Guru mengembangkan metode pembelajaran yang memungkinkan siswa terhubung dengan dunia nyata (real word). Guru membantu siswa agar dapat menemukan nilai, makna dan keyakinan atas apa yang sedang dipelajarinya serta dapat mengaplikasikan dalam kehidupan sehari- harinya. Guru melakukan penilaian kinerja siswa yang dikaitkan dengan dunia nyata.
Jadi itulah beberapa perbedaan dalam dunia pendidikan sebelum saya belajar tentang filosofi Ki Hajar Dewantara. Pendidikan merupakan pilar utama bagi kemajuan suatu bangsa. Maka pendidikan tetap harus menjadi prioritas bagi pembangunan, dengan tidak mengenyampingkan sektor lain. Setiap zaman memiliki masalah dan situasi yang berbeda. Namun, memang perlu diingat bahwa pembuatan suatu kurikulum pendidikan harus disesuaikan dengan kebutuhan jaman dan kemampuan SDM. Sehingga pendidikan dapat diterima dengan baik oleh pengaksesnya. Selain itu, pendidikan juga harus merata, siapapun berhak memperoleh pendidikan. Karena memang tujuan negara adalah mencerdaskan kehidupan bangsanya.
SIMPULAN
Dalam upaya mempersiapkan siswa menjadi warga negara yang bertanggung jawab, sekolah seyogyanya dapat memfasilitasi siswa untuk terlibat dalam lingkungan sosialnya. Sistem Among Ki Hadjar Dewantara merupakan metode yang sesuai untuk pendidikan karena merupakan metode pengajaran dan pendidikan yang berdasarkan pada asih, asah dan asuh (care and dedication based on love). Pendidikan sistem Among bersendikan pada dua hal yaitu: kodrat alam sebagai syarat untuk menghidupkan dan mencapai kemajuan dengan secepat-cepatnya dan kemerdekaan sebagai syarat untuk menghidupkan dan menggerakkan kekuatan lahir dan batin anak hingga dapat hidup mandiri. Sistem Among sering dikaitkan dengan asas yang berbunyi: Tut Wuri Handayani, Ing madya mangun karsa, Ing ngarso sung tuladha. Asas ini telah banyak dikenal oleh masyarakat daripada Sistem Among sendiri, karena banyak dari anggota masyarakat yang belum memahaminya.
Silakan kunjungi youtube saya terkait pemahaman Filosofi Pendidikan Ki Hajar Dewantara berikut ini :
Di bawah ini LINK rancangan tindakan untuk aksi nyata yang akan saya lakukan di kelas sesuai filosofi Ki Hajar Dewantara
https://aryasputrabharada.blogspot.com/2020/10/rancangan-aksi-nyata-filosofi-ki-hajar.html








Tidak ada komentar:
Posting Komentar